Friday, February 20, 2015

Bizarre Food Phobias, Phobia terhadap Makanan

Istilah Phobia artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional. Phobia bukanlah penyakit berbahaya, tetapi kalau dibiarkan bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV (DSM-IV), phobia terbagi dalam 2 jenis. Pertama, phobia sosial adalah ketakutan situasi sosial di mana seseorang mungkin diamati orang lain, atau terkait dengan kehadiran orang lain. Kedua, phobia spesifik yakni ketakutan yang tidak diinginkan karena kehadiran atau antisipasi terhadap objek atau situasi yang spesifik. Khusus phobia spesifik ini terbagi menjadi berbagai macam phobia, termasuk phobia aneh terhadap makanan. Berikut beberapa phobia aneh terhadap makanan. 

Alektorophobia : Fear of Chickens Phobia. 

Penderita alektorophobia takut dengan ayam dan berbagai hal yang berkaitan dengannya, seperti telur, bulu bahkan ayam mati sekalipun. Dalam beberapa kasus, sekedar ujaran atau ucapan yang mengandung kata "ayam" dapat membuat penderita phobia ini ketakutan luar biasa. 

Penderita alektorophobia percaya bahwa ayam itu buas. Mereka merasa ayam bersifat agresif, dan sering muncul untuk selalu memperhatikan orang. Gejala alektorophobia individual berbeda antara satu dan lain orang. Beberapa orang, ketika dihadapkan dengan ketakutan terhadap ayam, mungkin mulai berkeringat, sedikit tidak nyaman atau mual. bahkan beberapa di antaranya mengalami kecemasan atau serangan panik. 

Arachibutyrophobia : Fear of Peanut Butter, Takut Selai Kacang

Arachibutyrophobia adalah ketakutan berlebihan pada selai kacang yang menempel di langit-langit mulut. Orang yang memiliki phobia ini akan sangat terganggu atau malu untuk mengeluarkan selai yang terjebak di bagian atas mulutnya, terutama di tempat umum. 

Gejala phobia ini antara lain gemetar, mual, berkeringat, pusing, detak jantung meningkat, kesulitan bicara dan bekerja sewajarnya, serta panik. Malu adalah penyebab dasarnya.



Alliumphobia : Fear of Garlic, Takut terhadap Bawang Putih

Guru besar mikrobiologi Mike Konkel dan rekan-rekannya di Washington State University di Pullman melakukan uji coba dengan senyawa dalam bawang putih sebagai pengganti antibiotik karena bawang yang baunya tajam, diketahui mengandung bahan-bahan antioksidan kuat. Menurut Kornel, satu senyawa bawang putih, disebut diallyl sulfide, bila dikombinasi dengan enzim belerang, mudah menembus biofilm campylobacter. "Sulfida dialil ini mampu menembus semua lapisan permukaan bakteri, kemudian membunuh mereka, " katanya.

Meski bawang putih mengandung banyak manfaat, tetapi sepertinya tidak berpengaruh bagi pengidap alliumphobia. Penderita bisa stres berat, panik luar biasa, bahkan sesak nafas dan marah besar, kalau melihat bawang putih, baik dalam bentuk utuh ataupun dalam makanan mereka.

Cibophobia : Fear of Food, Takut terhadap Makanan/makan

Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan cepat berkembang menjadi obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukan dengan anorexia, gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya, pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophonbia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.

Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan yang terlihat agak menjijikan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makan yang biasa ditakuti. "Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yuang berlebihan akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh," ujar Indra Irawan Garde, Psikolog.

Indra menambahkan, penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkirakan pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia.

Ichthyophobia : Fear of Fish, Takut terhadap Ikan

Hidangan laut, terutama ikan, kaya asam lemak omega 3 yang baik bagi kesehatan. Peneliti dari Wilmer Eye Institute di John Hopkins University, Carrent Swink, melaporkan dalam jurnal Ophthalmology bahwa ikan yang mengandung asam lemak omega 3 EPA dan DHA dapat melindungi AMD (degenerasi terkait usia).

"Namun bagi penderita Ichtyophobia, ikan yang kaya vitamin sangat dihindari. pemicu timbulnya ketakutan adalah ketika penderita melihat tampilan ikan. Ketakutan itu muncul saat ia melihat mata ikan yang dianggapnya sangat besar dan tubuh ikan yang berlendir," tukasnya.

Lachanophobia : Fear of Vegetables, Takut terhadap Sayuran

Banyak anak yang diklaim memiliki phobia pada sayuran. Padahal sayuran memiliki nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Menurut beberapa ahli, phobia sayuran dapat terjadi karena mereka pernah mendengar atau mengetahui apa saja makhluk yang hidup dalam tanah, sesuatu yang menjijikan sehingga mereka takut.

Seorang wanita Inggris, Vicki Larrieux (22) didiagnosa terkena penyakit Lachanophobia. Ia tidak bisa makan sayuran karena melihatnya saja sudah membuatnya ketakutan, berkeringat, panik dan jantungnya berdetak kencang. Selama hidupnya, Vicki hanya makan daging, kentang, sereal atau apel. Ia menolak jika diberi makan sayur, terutama wortel. "Sejak kecil, saya tidak suka dengan sayuran. Wortel adalah sayuran paling saya tidak suka,"ujarnya seperti dilansir Dailymail.

Setelah ke dokter, ketakutan Vicki pada sayuran ternyata penyakit yang disebut Lachanophobia. Ketakutan yang sangat langka ini menimpa 13 persen orang di Inggris. "Teknik yang digunakan untuk menyembuhkan penderita Lachanophobia adalah Psychological Re-Programming. Di mana otak seorang Lachanophobia akan diprogram dan dikontrol untuk tidak gelisah atau panik ketika melihat benda yang mereka takuti," ujar Fabian Dirck, dokter yang menangani Vicki.

Mageirocophobia : Fear of Cooking, Takut terhadap Kegiatan Memasak

Kata Mageirocophobia berasal dari kata Yunani mageirokos yang berarti orang yang ahli memasak. Namun Mageirocophobia justru sangat meng- hindari kegiatan memasak, hal ini dapat menimbulkan kecemasan bagi mereka.  Ada beberapa jenis ketakutan Mage- irocophobia yaitu beberapa orang hanya takut memasak dalam jumlah besar. sementara beberapa lainnya takut untuk terkena percikan minyak panas saat menggoreng.

Mycophobia : Fear of Mushroom, Takut terhadap Jamur

Jamur memang memiliki tampilan yang kurang menarik, tetapi bahan makanan ini sangat lezat ketika diolah menjadi saus atau topping. Orang dengan Mycophobia akan merasa takut bahkan sesak nafas saat mengkonsumsinya.

Harus diakui penampilan jamur yang baru dipanen memang tidak begitu menggiurkan karena biasanya tertutup debu, kotoran atau pupuk. Banyaknya kotoran yang ada pada jamur mendasari timbulnya phobia bagi sebagian orang. 


Koran Jakarta Senin, 2 Februari 2015


 

1 comment:

Erik B said...

info yang sangat menarik
MotoGP