Showing posts with label Pschology. Show all posts
Showing posts with label Pschology. Show all posts

Wednesday, April 28, 2010

Kerusuhan Koja & Batam

Dua kerusuhan di dua tempat berbeda terjadi dalam rentang sepuluh hari terakhir. Yang pertama adalah kerusuhan di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (14/4), kemudian disusul pecahnya kerusuhan di PT Drydock Naninda, Batam, pada Kamis (22/4). Kerusuhan di Tanjung Priok disebabkan oleh perlawanan warga atas rencana penertiban kompleks makam Mbah Priok, sedangkan rusuh di Batam disebabkan kemarahan buruh lokal atas hinaan pekerja asing di PT Drydock.


Pemicunya memang sangat berbeda. Namun, dua rusuh massa itu memiliki "benang merah". Keduanya sama-sama terjadi di dekat kompleks pelabuhan laut strategis, tempat aktivitas bongkar muat barang perdagangan. Pelabuhan Internasional Tanjung Priok bisa dikatakan sebagai urat nadi keluar masuknya distribusi barang ke Tanah Air. Pelabuhan Internasional Batam merupakan free trade zone atau daerah perdagangan bebas, tempat investor asing menanam modal.

Bagi perekonomian Indonesia yang sedang sibuk membendung dampak persaingan perdagangan bebas dalam Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA), rawannya keamanan di Tanjung Priok dan Batam sangat merugikan. Dikuatirkan, dua kerusuhan itu akan membuat rating kawasan pelabuhan kita jadi melorot gara-gara dianggap tidak aman dan sering rusuh. Dampak lebih jauh, nilai asuransi kapal-kapal yang masuk jadi tinggi dan akan membuat daya saing biaya pelabuhan kita melemah. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan biaya besar untuk promosi investasi ke berbagai negara. Aksi brutal di Priok dan Batam membuyarkan harapan datangnya investor.

Menyadari dampak serius berjangka panjang itu, upaya cepat untuk meminimalkannya sangat mendesak saat ini. Menghabiskan waktu dengan "mengingkari" semua kemungkinan terburuk itu hanya buang-buang waktu. Hari-hari ini, kita gemas karena sering menyaksikan petinggi negeri ini terburu-buru menyatakan investor tidak terganggu oleh kerusuhan beruntun itu. Padahal, investigasi atas dampak menyeluruh belum selesai. Menghapus kekhawatiran investor yang menanam modal miliaran bahkan triliunan rupiah tidak cukup dengan pernyataan yang mengingkari kenyataan. Pemerintah harus cepat mendorong aparat yang berwenang segera mengambil tindakan. Caranya, mencari, kemudian menghukum, pihak yang salah.

Paralel dengan upaya itu, pimpinan lembaga pelindung investor seperti Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) dan kementerian terkait (perhubungan, perdagangan, dan perindustrian) harus segera mendatangi pengusaha yang terkena dampak langsung kerusuhan. Tunjukkan, sebagai pengambil keputusan, pimpinan lembaga itu tentu sangat menyesalkan semua kerusuhan tersebut. Setelah itu, buat komitmen untuk menjamin kejadian itu tidak akan terulang. Jika perlu, insentif dan ganti rugi yang rasional perlu diberikan agar investor merasa bahwa pemerintah bisa berempati atas kerugian yang terjadi.

Upaya itu memang tidak bisa ingar-bingar sehingga sering tanpa melibatkan media karena harus berlangsung face to face antara pengambil keputusan dan investor yang dirugikan oleh kerusuhan. Dengan begitu, bagi pejabat yang suka "cari muka" di media, kerja tersebut memang berat. Namun, bagi pejabat yang tulus dan hanya bekerja demi kepentingan rakyat, kerja itu sungguh-sungguh harus dituntaskan.

Opini Jawapos,

Hapus Kerisauan, Tak Cukup Pernyataan

Sabtu, 24 April 2010

Wednesday, November 26, 2008

Emotions-Body Language

Here are some of the facial signals that you might see for different emotions. Do note that these are only possible indicators: not all signals are needed and not all signals indicated here necessarily indicate the associated emotion.

Emotion Facial signals
Anxiety
Eyes damp; eyebrows slightly pushed together; trembling lower lip; chin possibly wrinkled; head slightly tilted down.
Fear
Eyes wide, closed or pointing down; raised eyebrows; mouth open or corners turned down; chin pulled in; head down, white face.
Anger
Eyes wide and staring; eyebrows pulled down (especially in middle); wrinkled forehead; flared nostrils; mouth flattened or clenched teeth bared; jutting chin, red face.
Happiness
Mouth smiling (open or closed); possible laughter; crows-feet wrinkles at sides of sparkling eyes; slightly raised eyebrows; head level.
Sadness
Eyes cast down and possibly damp or tearful; head down; lips pinched; head down or to the side.
Envy
Eyes staring; mouth corners turned down; nose turned in sneer; chin jutting.
Desire
Eyes wide open with dilated pupils; slightly raised eyebrows; lips slightly parted or puckered or smiling; head tilted forward.
Interest
Steady gaze of eyes at item of interest (may be squinting); slightly raised eyebrows; lips slightly pressed together; head erect or pushed forward.
Boredom
Eyes looking away; face generally immobile; corners of mouth turned down or lips pulled to the side; head propped up with hand.
Surprise
Eyes wide open; eyebrows raised high; mouth dropped wide open with consequent lowered chin; head held back or tilted to side.
Relief
Eyebrows tilted outwards (lowered outer edges); mouth either tilted down or smiling; head tilted.
Disgust
Eyes and head turned away; nostrils flared; nose twisted in sneer; mouth closed, possibly with tongue protruding; chin jutting.
Shame
Eyes and head turned down; eyebrows held low; skin blushing red.
Pity
Eyes in extended gaze and possibly damp; eyebrows slightly pulled together in middle or downwards at edges; mouth turned down at corners; head tilted to side.

http://changingminds.org